konflik konflik yang bernuansa agama di negara kita membangkitkan berbagai pertanyaan tentang keabsahan eksistensi agama- agama. langkah yang mesti diambi lagama agama untuk tetap mempertanggungjawabkan keberadaanya adalah dialog.
kehidupan yang diabdikan untuk pelayanan dalam konteks gereja entah sebagai rohaniwan atau biarawan biarawati sering ditandai oleh kolektivisme yang mematikan individualitas. tetapi juga sebaliknya
Buku ini menuliskan tentang teologi terlibat baik dalam lingkungan budaya dan dalam terang teologi