Upaya untuk menginkulturasi warta Injil, yakni menciptakan suatu teologi yang bisa menjelaskan isi iman kristiani dengan gaya budaya yang dihayati oleh umat beriman di Indonesia, merupakan suatu kebutuhan yang seringkali dibicarakan.
Pengalaman praksis mengusahakan perdamaian ini semakin di perkaya ketika penulis mengikuti PPRA XLVII Lemhannas (2012), kuliah S-2 pascaserjana di Magister Ilmu Pertahanan (M.Si. Han ) di Universitas Pertahanan Indonesia (2013-2015)