Pokok bahasan yang dipermasalahkan di sini bukanlah masalah hak dan kewajiban warga negara, melainkan terutama masalah proses, khususnya masalah persyaratan untuk menjadi warga negara Indonesia.
Buku ini berlandaskan keputusan Dirjen Dikti Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.43/Dikti/ Kep/ 2006 tentang Rambu-rambu Pelaksanaan Kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian di Perguruan Tinggi. Buku ini terdiri dari dua belas bab.
Di dalam proses belajardan mengajar itu manusia tidak membatasi ruang maupun lingkup waktu, di manapun manuia hidup ia akan mengejar pengetahuan, mencari pengalaman, dan mengembangkan ide-ide nya sesuai dengan situasi dan kondisi setempat serta kemampuan perorangan maupun masyarakat yang bersangkutan.
Buku ini mengajak kita untuk terlibat secara aktif bagimana mengevaluasi perjalanan menghidupi budaya nilai dengan menemukan kisah-kisah sukses yang berhasil, sehingga menjadi sebuah sumber inspirasi bagi semua orang
Dari 34 karangan, kutipan singkat, yang menjadikan 2 jilid ada 60% yang menyoroti keadaan pedesaan kita, sebelihnya ada yang mengenai kehidupan kota. lima bab pertama berturut-turut memperkenalkan konsepsi nilai sosial budaya(pola kebudayaan) apa yang dijadikan pedoman bertindak oleh masyarakat, proses nilai-nilai itu serta saluran.
Perkembangan kajiqan sejarah Indonesia Pada empat dasarwarsa terakhir mengalami perkembangan yang pesat. penelitian sejarah yang menekankan tema politik dan budaya dengan cakupan wilayah administratif NKRI. dominasi spektakuler itu mulai surut ketika karya besar yang menciptakan visi tentang sejarah Indonesia..
Isi buku ini lebih berfokus pada segi perubahan masyarakat desa, sebagai konsekuensi adanya interaksi dengan dunia di luarnya- masyarakat kota introduksi ide-ide baru, (inovasi baru) dan melihat karakteristik masyarakat desa
Dengan diterbitkannya buku ini, diharpkan usaha proses transformasi Pendidikan Kependudukan dan Keluarga Berencana dapat disebarluaskan keseluruh lapisan masyarakat Katolik melalui jalur Pendidikan Luar Sekolah, sehingga pada gilirannya NKKBS akan menjadi pola keluarga yang melembaga dan membudaya dalam masyarakat Katolik.
Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak- anak terjadi hampir setiap hari, dimana saja, dan kapan saja. pelakunya pun berasal dari semua kalangan. buku ini mengkaji masalah kekerasan seksual dari perspektif teologi feminis yang dikaitkan dengan kitab suci, psikologi, dan pendidikan kristiani.
Buku ini dimaksudkan sebagai suatu pembahasan teoretis dan sistematis mengenai sosiologi pengetahuan. Oleh sebab itu, ia tidak dimaksudkan untuk menyajikan suatu tinjauan historis mengenai perkembangan disiplin ini, atau untuk menjelaskan dan menafsirkan pelbagai tokoh dalam perkembangan ini atau itu dalam teori sosiologi