Konsili Vatikan II dua puluh lima tahun yang lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyi bagi umat beriman jalan menuju kitab suci harus terbuka lebar lebar oleh karena itu sejak semula gereja menerima sebagai bukunya naskah yunani.
Buku ini disajikan dengan gaya cara pemaparan dan uraian yang singkat para pengarang mencoba memberikan gambaran mengenai siapa penyusun, kepada siapa tulisan ini ditujukan, manakah tema-tema inti yang dipermasalahkan dan bagaimana kita dapat memahami isi penulisan pengarang suci tersebut.
Buku ini dapat dipakai baik oleh para pembina umat maupun oleh kaum beriman biasa untuk memperdalam hidup iman dan memperkaya kerohaniannya.
Tafsiran ini dikerjakan berdasarkan hasil-hasil para ahli Alkitab protestan dan katolik dan berusaha melihat firman nabi sebagaimana ia diselamatkan kepada umat Yahudi yang terbuang di Babel.
Buku ini juga ingin mengundang kita untuk mereflisikan siapa Yesus dan Allah Tritunggal melalui penelusuran sejarah. Berbicara mengenai Yesus selalu terkait dengan hubungan dengan Allah, maka buku ini sekaligus menampilkan persoalan Kristologi Allah Tritunggal.
Buku ini menjadi pedoman dalam hidup berkeluarga setiap umat Allah hidup dari hukum-hukum yang dibuat serta menjadi ajaran yang harus diterapkan dalam keluarga
Dengan buku ini umat katolik Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengalaman agamanya sehingga umat dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.
Pada beberapa tempat Petrus membicarakan hal ini. Dilihat dengan mata iman, seorang yang berada dalam keadaan rahmat ialah dia yang tanpa benci menanggung segala penghinaan
Buku ini memberikan sumbangan kepada guru agama, katekis untuk lebih memahami gagasan pokok injil markus