Ibu Theresa dari Kalkuta sebenarnya tidak mau dibicarakan, apalagi ditokohka. Dia lebih ingin agar lebih berbicara tentang Tuhan. dengan jujur dia mengakui bahwa dirinya tidak berarti apa-apa, bukan siapa-siapa.
buku ini dapat dimanfaatkan bagi paroki-paro yang ada di KAE
Buku ini memberikan isnspirasi kepada para wisudawan/wisudawati sebagai agen pastoral
dalam setiap masyarakat dan budaya selalu ada pemikir pemikir yamg memiliki perhatian mengenai dasar yang paling dalam dari kenyataan dari makna dan nilai- nilai hidup. dalam beberapa tradisi dasar ini telah dipandang sebagai tatanan yang tak tampak dan trasenden tempat dunia pengalamamn kita berakar.
buku ini memberi pertemuan antara budaya wayang dan iman kristen itu, dirasakan dapat memberi ilham bagi pengembangan penghayatan iman kristen sendiri
Buku ini menawarkan bantuan, supaya tidaklah dianggap suatu pengetahuan gaib yang diketahui beberapa ahli spesialis Kitab Suci.
Perkawinan yang merupakan segala sisiso-antropologis, bagi mereka yang dibaptis dalam Gereja Kristus adalah sakramen, artinya realitas manusia yang dtemukan dimana-mana.
Buku ini ditulis bagi para ibu yang mempunyai putri remaja, sebagai pedoman bagaimana cara membimbing anak-anak puterinya di jaman modern ini.
uraian buku ini akan membantu kita mendapatkan pengetahuan iman mendasar dan ringkas dalam menjawab serangan yang mereka ajukan. sebab buku ini menyajikan jawaban dan pembelaan gereja katolik terhadap pertanyaan pertanyaan .
buku ini disusun berdasarkan keyakinan bahwa kasih lebih kuat dari ketakutan