Buku ini sajikan agar cita-cita Negara dan Gereja terpenuhi.
Bila zaman ini, orang berbicara tentang nabi, berbagai penegrtian bisa muncul dalam angan-anagan. Bayangan itu di antaranya seorang tokoh yang bisa menyuarakan pembaharuan dalam hidup bersama
lembaga biblika indonesia dalam usahanya memperkenalkan semangat dan cita cita konsili vatikan II dalam pembacaan dan pendalaman kitab suci itu mau memberikan pelayanan khusus yakni dengan mempersembahkan pengantar dan penafsir kitab kitab deuterokanonika
Jati diri seorang nabi bukan haya dimengerti hanya karena perannya sebagsai pewarta sabda Allah , nabi juga dipahami sebagai seorang yang menghayati sabda Allah itu secara medalam.
Sebagai awal adalah sebuah catatan di sekitar tradisi kenabian. Seorang nabi bukanlah gejala yang muncul begitu saja, kemudian hilang tak berbekas. Munculnya seorang nabi ternyata mempunyai landasan dalam suatu tradisi, bahkan kemudian berkembang juga dalam suatu tradisi.
Dengan membaca buku, pembaca akan menjumpai beberapa ragam cara dan bentu penggarapan tafsir ini, yaitu dengan menerjemahkan dan menyadur seperlunya dari buku taafsir yang tersedia.
Konsili Vatikan II, 25 tahun yamg lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyisebagai berikut: bagi umat beriman jalan menujuh kitab suci harus trbuka lebar-lebar.