Ucapan-ucapan dan tulisan-tulisan Gandhi atas nama kepentingan kaum perempuan telah membangkitkan perasaan tanggung jawab bagi setiap pencinta kemanusiaan dan bahkan orang0orang konservatif yang paling keras sekalipun.
saya memilih kata Gatra pada judul untuk menjelaskan konsep tentang beragam sudut pandang terhadap pelbagai tulisan lisan tentang komunikasi Antarbudaya yang dirangkum dalam buku tersebut
Buku ini diharapkan usaha pemahaman pengetahuan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana dapat dicerna dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat Katolik melalui jalur luar sekolah, sehingga pada gilirannya nanti NKKBS akan menjadi pola keluarga yang melembaga dan membudaya dalam masyarakat Katolik.
Buku ini hadir di hadapan pembaca yang budiman merupakan letupan naluri akademis untuk membuka kembali lembaran sejarah pembentukan konstitusi Indonesia (UUD 1945) 70-an tahun silam dan memyelami prosedur perubahan UUD 1945 sekarang ini serta menawarkan gagasan-gagasan bagi penyempurnaan ke depan.
buku ini secara garis besar memaparkan bekas jejak penulis dalam dunia budaya indonesia sejak 1958 sampai sekarang sehingga memang dengan tepat disebut tonggak sejarah. karena karangan- karangan ini secara tidak langsung mencerminkan masalah yang suatu saat nanti dianggap dianggap relevan dengan perkembangan budaya
Dengan iktikad dan harapan itulah buku ini disusun dalam rangka memperingati 45 tahun proklamasi kemerdekaan RI
Perkembangan ilmu perilaku organisasi ini sudah sedemikian pesatnya. Ilmu ini telah mampu disejajarkan dengan pembahasan-pembahasan teori organisasi, teori administrasi, dan teori manajemen.
Secara esensial, manfaat buku ini dapat dilihat dari tiga aspek utama yakni: (1) menelaah secara ilmiah tentang gejala-gejala modernisasi dan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat pertanian terhadap proses akselerasi, dan inovasi pada sebuah komunitas sosial; (2) mempelajari spirit praktik kepemimpinan religius Islam yang mewarnai paradigma masyarakat tradisional dalam menyikapi pereke…
Buku ini sesungguhnya dimaksudkan sebagai sebuah pengantar singkat pada multikulturalisme dan sebagai bagian dari seri yang cemerlang suntingan Peter Jones dan Albert Weale.
Buku ini menyajikan untuk pertama kalinya suatu pemerian yang terinci tentang sifat dan gagasan dari sejumlah jenjang masyarakat di suatu kota tidak hanya selama berbulan-bulan awal revolusi yang penting, tetpi juga masa yang berkembang dari dewasa akhir pemerintahan belanda sampai menyerahnya kekuasaan jepang.