Ajaran Sosial katolik (ASK) memiliki Roh Pembimbing yang menjadi ispirator pertama, yaitu Kristus sendiri, sabda Allah yang menjelma menjadi manusia, Ia tinggal di antara kita, melayani-mencintai, menghadirkan kerajaan Allah,Katolisitas Dialogal ini dimaksudkan untuk para peminat dan pelahap keindahan makna ASK, Para pendidik, guru, religius, klerus, katekis, mahasiswa dan aktifitas karya sosial.
Buku Visi Kristiani ini merupakan perkembangan dari '' The Alive Experience''. Ceramah-ceramah masukan saya, sebagaimana direkam dalam sudut pandang Kristiani. dalam buku ini saya tidak menyinggung penemuan dan mettode-metode untuk meninjau sikap-sikap yang melumpuhkan.
Karena Teologi merupakan refleksi atas iman, diharapkan bahwa buku seri Pustaka Teologi dapat membantu semua saja dalam usaha mempertanggungjawabkan iman dalam dialog dengan tantangan-tantangan zaman dewasa ini.
Perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat dewasa ini, disamping memberijanji perubahan hidup dan keadaan, ternyata punya daya kekuatan melestarikan dan bahkan yang tidak memungkinkan banyak orang ikut menikmati buah-buah perubahan yang dijanjikan.
Untuk mencapai kemuliaaNya, Yesus terlebih dahulu menempuh jalan salib. Demikianlah orang kristen kiranya mesti berani menempuh jalan salib Kehidupan ini. menurut pendapat kami, pandangan Markus mengenai Yesus, Anak Allah yang tersalib itu sangatlah relevan untuk jemaat Kristen di Indonesia ini.
Menguat dan maraknya topik kepemimpinan, salah satunya, tak bisa dilepaskan dari terjadinya krisis kepemimpinan yang mewarnai masyarakat dewasa ini. Krisis kepemimpinan dewasa ini terjadi hampir menyeluruh di berbagai bidang baik di tingkatlokal, nasional maupun internasional, lembaga pemerintah maupun non-pemerintahan,lembaga gerejawi maupun non-gerejawi.
Upaya untuk menginkulturasi warta Injil, yakni menciptakan suatu teologi yang bisa menjelaskan isi iman kristiani dengan gaya budaya yang dihayati oleh umat beriman di Indonesia, merupakan suatu kebutuhan yang seringkali dibicarakan.
Pengaruh besar lainya dalam penulisan buku ini adalah pengalaman saya sendiri sebagai pembimbing rohani dan pembimbing ret-ret. Melalui kesempatan istimewah ini saya telah ikut merasakan gerak perubahan dalam hati banyak orang.
Pengalaman praksis mengusahakan perdamaian ini semakin di perkaya ketika penulis mengikuti PPRA XLVII Lemhannas (2012), kuliah S-2 pascaserjana di Magister Ilmu Pertahanan (M.Si. Han ) di Universitas Pertahanan Indonesia (2013-2015)
Didalamnya Gereja Lokal diberi ruang untuk menciptakan komposisi musik dan nyanyian yang bersifat Universal berdasarkan nilai-nilai tradisi dan budayanya serta sejalan dengan prinsip-prinsip dasar musik Liturgi