Konsili Vatikan II, 25 tahun yamg lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyisebagai berikut: bagi umat beriman jalan menujuh kitab suci harus trbuka lebar-lebar.
Buku ini berbicara tentang keluarga, yang sedang mengalami krisis budaya mendalam sama seperti semua peguyuban dan hubungan-hubungan sosial masyarakat.
Tidak ada pilihan yang lari dari persoalan . Piihan hidup membiara juga membawa serta aneka kasus. karena itu, kualitas hidup membiara tidak dinilai banyak sedikitnya masalah yang dihadapi, tetapi bagaimana menghadapi masalah
Konsili Vatikan II dua puluh lima tahun yang lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyi bagi umat beriman jalan menuju kitab suci harus terbuka lebar lebar oleh karena itu sejak semula gereja menerima sebagai bukunya naskah yunani.
Buku ini dapat dipakai baik oleh para pembina umat maupun oleh kaum beriman biasa untuk memperdalam hidup iman dan memperkaya kerohaniannya.
Tafsiran ini dikerjakan berdasarkan hasil-hasil para ahli Alkitab protestan dan katolik dan berusaha melihat firman nabi sebagaimana ia diselamatkan kepada umat Yahudi yang terbuang di Babel.
Dengan buku ini umat katolik Indonesia dapat meningkatkan pengetahuan, penghayatan dan pengalaman agamanya sehingga umat dapat meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan.
Buku sejenak bersama Lukas merupakan seri ketiga, sebab telah terbit sejenak bersama Matius, sejenak bersama Markus, akan disusul dengan terbitan sejenak bersama Yohanes.
Surat pertama kepada Timotius menyangkut tugas-tugas seorang gembala, lagi berisikan dorongan-dorongan serta petunjuk-petunjuk yang sama.
Buku ini menuntut para pembinanya memiliki pengenalan yang lebih mendalam tentang firman Tuhan.