Buku ini hendaknya dipandang sebagai uraian lanjutan tentang kitab-kitab Perjanjian Lama dan sekaligus sebagai pelengkap buku Kejadian yang terbit pada awal tahun 1977.
Buku ini ditulis terutama bagi para calon Imam, rohaniwan, biarawan dan biarawati muda, yang mecari dasar hidup hiduo dan karya mereka di dalam Injil.
Tumbuhnya kelompok-kelompok pendalaman kitab suci, yaitu karena pendekatan sosial masyarakat atau umat beriman yang menhgayatinilai-nilai iman Kristiani. sehingga membantu juga akan pertumbuhan iman dan kelompok rohani.
Tuhan Yesus dalam segala kemuliaannya menyatakan dirinya kepada rasul yohanes yang menulis penglihatan itu di pasal satu. namun kita sebagai pembaca mudah bingung membaca penglihatan itu. bagaimanakan haruslah kita menghadapinya
Kisah Para Rasul merupakan bagian dari Perjanjian Baru yang ditempatkan sesudah rangkaian Injil.
Tafsiran yang diberikan dalam kitab ini mencoba untuk menguraikan secara sederhana dan ringkas apakah yang sebenarnya dimaksudkan oleh teks perjanjian lama sendiri dan kemudian mencoba untuk menemukan pemikiran pemikiran pokok yang ada di dalamnya
Apa dan siapahkah itu adalah hasil sebuah refleksiyang sangat mendalam dan dirumuskan menjadi persiapan pembicaraan kelompok. PAanjang pendek pertemuan tergantung dari kesempatan yang ada.
Buku ini sajikan agar cita-cita Negara dan Gereja terpenuhi.
lembaga biblika indonesia dalam usahanya memperkenalkan semangat dan cita cita konsili vatikan II dalam pembacaan dan pendalaman kitab suci itu mau memberikan pelayanan khusus yakni dengan mempersembahkan pengantar dan penafsir kitab kitab deuterokanonika