Pokok-pokok pikiran utama dalam buku ini adalah bahwa gereja adalah jemaat dan gereja nampak dalm hidup sekelompok orang beriman yang hidup bersekutu sebagai saudara menjawab tantangan hidup ini
Tulisan ini dimaksudkan untuk membantu umat Katolik memahami arti dan prinsip-prinsip normatif dialog yang dewasa ini dirasakan sangat mendesak.
Buku ini menjadi pedoman untuk pembinaan hidup jemaat kristen kelompok basis
sebagai suatu dilog dengan masyarakat pinggiran tulisan-tuisan ini ada yang lembut dan ada yang keras ada yang emgandung tawa dan ada pula mengubah pembaca menjadi air mata
Kami persembahkan buku kecil ini kepada Team Rawil, Team paroki dan pembina-pembina jemaat di stasi yang merasakan kurangnya bahan-bahan untuk menciptkan suasana keterbukaan di antara peserta- peserta yang di bimbing mereka.
Buku ini menawarkan analisis dan kritik komperenshif berkaitan dengan perkembangan ajaran sosial katolik modern dari perspektif teologi, etika, dan sejarah gereja. buku ini mempelajari metoddologi penghargaan yang besar atas banyak kekuatan ajaran sosial tersebut.
Buku ini menulis tentang teologi seksual
Buku ini berisi rangkaian tulisan di sekitar gereja dan misi.
Keberadaan Gereja adalah keberadaan komunikasi manusia dengan Allah. maka Gereja tidak menmpunyai makna kalau tidak menjamin terjadinya komunikasi antara manusia dengan Allah dan manusia dengan manusia.
Bagi orang kristen, geeja dan masyarakat bukanlah dua wilayah terpisah tanpa sangkut paut sama sekali. keduanya merupakan dua dimensi dari satu realitas kehidupan kristiani. semakin disadari bahwa iman, harapan dan kasih adalah konkret. kontekstual dan berdimensi luas menyentuh sendi- sendi kehidupan masyarakat.