Buku ini adalah sebuah hasil kolektif, yang di dalamnya mengandung sejumlah kajian terhadap dan bersama dengan gerakan pro-demokrasi
Buku ini secara resmi membahas keterkaitan CEDAW dan MDG,s telah menyediakan bahan rujukan yang diperlukan bagi mereka yang mempunyai tugas meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan negara Republik Indonesia perlu dihayati dan diamalkan secara nyata oleh setiap warga negara untuk menjaga kelestarian, kesaktian dan keampuhannya demi terwujudnya bangsa merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Untuk menjamin kesatuan pandangan dan gerak, telah ditetapkan suatu TAP MPR NO. II/MPR/1978, yang merupakan pedoman dan penuntun bagi …
Kehidupan Kenegaraan Indonesia saat ini mengalami perunahan yang sangat cepat terutama berkaitan dengan pergerakan reformasi serta UUD termasuk amandemen UUD 1945. Hal ini terdapat multitafsi yang terjadi pada pemekitiran segelinir orang.
Kebudayaan menetap dan bertani kemudian memperkuat tradisi, dari upacara, antar huta semarga, batas ladang dan sawah, hingga penghormatan jasad leluhur yang telah mati. lamabna laun mereka sepakat mendirikan seperangkat kebudayaan sebagai ruang istirahat kematian.
Buku ini diniatkan untuk melihat kembali perjalanan NU secara lebih santai, melihat berbagai capaian intelektual para aktivisnya, dan menengok juga perkembangan NU secara global. Buku ini diharapkan menjadi bahan refreshing sejenak, menyegarkan kembali pemahaman pembaca tentang NU. Saat munculnya pertanyaan dari saudara-saudara non-muslim, " Mengapa NU begitu spartan mempertahankan NKRI?
Masa pembuangan Bung Karno di Pulau Flores berlangsung dari 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938. Bung Karno menggambarkan dirinya dalam pembuangan itu sebagai "elang yang telah dipotong sayap-sayapnya". Namun, ternyata Bung Karno mampu mengatasi dan mengolah situasi krisis ini secara kreatif sehingga menghasulkan hal-hal positif dalam pembentukan karakter dan kepribadian, sifat dan ji…
buku ini diterbitkn untuk mendorong seluruh warga masyarakat supaya berani berbicara menyampaikan aspirasinya.
Buku ini mengupas politik luar negeri Indonesia dalam rangka masa depan sera prospeknya kawasan Asia-Tenggara sebagai "Zone Damai, bebas dan netra:l
Setiap suku bangsa dan etnis hidup dalam sebuah kebudayaan yang dihayati bersama. Etnis nage yang merupakan etnis masyarakat di kabupaten nagekeo flores mewujudkan kehidupan budayanya dalam berbagai upacara, ritual, dan pesta dat kemudian berusaha menghayati nilai- nilainya dalam kehidupan harian mereka.