percetakan ulang buku ini di perlukan untuk memenuhi kebutuhan di lingkungan BP-7 serta permintaan berbagai pihak di samping juga untuk memungkinkan penyebaran luasannya kepada masyarakat
Buku ini mengalami banyak perubahan, terutama dari segi data dan fakta teakhir sampai 2016. Sebenarnya buku ini pada awal tahun 2014 ditunda naik cetak ulang pada cetakan ke 4 sambil menunggu hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden 2014
Buku ini merupakan suatu buku pengantar yang ditujukan bagi mahasiswa jenjang sarjanansatu di fakultas ilmu sosial dan politik, fakultas ilmu komunikasi, fakultas ilmu komunikasi, fakultas ilmu admministrasi maupun fakultas lain yang mewajibkan mata ajran pengantar sosiologi bagi mahasiswanya.
Di dalam UUD 1945 tidak satu pasal pun yang secara tegas mencantumkan tentang asas praduga tidak bersalah berbda dengan KRIS 1949 dan UUDS 1950 yaitu di pasal 14 ayat 1
Masalah yang basi namun tetap aktual dalam pembangunan pedesaan adalah betapa sulitnya rakyat mencari dan mendapatkan peluang bekerja. sehubungan dengan kesulitan itu yang terus menerus menghantui wajah mereka dan tanpa ada suatu perombakan secara struktural niscaya mereka tetap miskin.
Buku ini membahas tentang asas-asas dan ruang lingkup ilmu antropologis
perkembangan perguruan tinggi di Indonesia dalam suasana kemerdekaan setiap tahun membawa beribu- ribu orang mahasiswa baru masuk universitas. namun kemampuan masyarakat indonesia pada dewasa ini masih kurang besar untuk mengimbangi kecepatan pertumbuhan itu dengan menyediakan alat- alat dan bahan bahan pelajaran dalam jumlah yang cukup.
Isi buku ini memang didasarkan pada masyarakat Barat. Ada unsur-unsur khas yang sulit dicarikan padananya di negara kita. Misalnya ketika membicarakan society, community yang dalam bahasa kita, untuk memudahkan, biasanya titerjemahkan dalam satu kata: masyarakat. Tetapi secara umu banyak persamaan antara masyarakat sana dan masyarakat sini.
Tugas pastoral jemaat yang sangat menantang adalah "mengaktifkan partisipasi jemaat. selama ini kesan bahwa partisipasi menjemaat merupakan sessuatu yang didorong-dorong bahkan gak dipaksakan dari luar.
Riset dalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan di dalam asyarakat Indonesia masi lazim menggunakan pendekatan kuantitatif. pendekatan yang mencari. "objektivitas" dab kebebasan nilai banyak yang dipengaruhi oleh metode-metode ilmu alam yamg memang terbukti.