Maksud disusunnya buku ini ditujukan khususnya bagi para pratiksi ketenagakerjaan (seperti manager personalia/HRD, pengurus Serikat Pekerja/ Serikat Buruh, hakim ketenagakerjaan, konsilator, mediator, arbitrator, bahkan juga pekerja/buruh) agar dapat dijadikan pedoman berinteraksi dalam hubungan industrial sesuai dengan perannya masing-masing.
Dalam buku ini kita dihantar untuk mengenali kedudukan Parsons dalam perkembangan sosiologi modern serta menyelami seluk liku pandagannya dalam teori tindakan sosial dan sistem.
Riset dalam ilmu-ilmu sosial dan kemanusiaan di dalam asyarakat Indonesia masi lazim menggunakan pendekatan kuantitatif. pendekatan yang mencari. "objektivitas" dab kebebasan nilai banyak yang dipengaruhi oleh metode-metode ilmu alam yamg memang terbukti.
Pancasila dasar negara digali oleh pemimpin-pemimpin bangsa kita, oleh para pendiri kita, dari budaya bangsa indonesia sendiri. Dari budaya bangsa sendiri itu diungkapkan nilai-nilai luhur yang dihayati dan diamalkan oleh masyarakat indonesia.
Pembentukan dan pengembangan kepribadian serta wawasan perhatian, pengetahuan dan pemikiran mengenai berbagai gejala yang ada dan timbul dalam lingkungan, khusunya gejala-gejala berkenaan dengan lingkungan dapat dipertajam, merupakan deskripsi sajian ilmu Sosial Dasar.
Tidak ada yang istimewa dengan konsumsi sebab manusia memang punya kebutuhan dan untuk memenuhinyalah mereka mengonsumsi. jika kebutuhan tidak terpenuhi manusia tidak akan mampu bertahan hidup
Pidato kenegaraan Presiden Soeharto yang isinya merupakan laporan pertanggungjawaban itu jelas merupakan dokumen sejarah yang amat penting.
Buku ini membahas dan mendalami serta memberikan argumentasi dan bereflksi tentang UU
Dalam Pandangan bapak yulius kardinal darmaatmadja, SJ nilai- nilai yang terkandung dalam pancasila dan iman katolik bukan hanya bersifat komplementer atau saling melengkapi, tetapi juga sinergis satu sama lain. maka tidak berlebihan kiranya jika kardinal mengajak seluruh umat katolik berjuang dalam terang iman katolik mengamalkan pancasila untuk menggapai damai sejahtera dunia akhirat.
Masa pembuangan Bung Karno di Pulau Flores berlangsung dari 14 Januari 1934 sampai dengan 18 Oktober 1938. Bung Karno menggambarkan dirinya dalam pembuangan itu sebagai "elang yang telah dipotong sayap-sayapnya". Namun, ternyata Bung Karno mampu mengatasi dan mengolah situasi krisis ini secara kreatif sehingga menghasulkan hal-hal positif dalam pembentukan karakter dan kepribadian, sifat dan ji…