Setiap manusia pada hakikatnya secara alamiah mampu menyadari merasakan dan merindukan keberadaan sang sumber kehidupan yang meliputi segalanya atau disebut tuhan. sejak ribuan ahun lalu umat manusia di sepanjang sejarah dan semua peradaban selalu mencari jawaban atas kehidupan ini
Menawarkan jalan kesufian sebagai landasan dialog, Idries Shah mengungkapkan betapa banyak kebudayaan terperangkap dalam pandangan sempit yang merendahkan keyakinan dan kultur agama lain.
Buku ini dimaksudkan untuk sekedar menggambarkan Hukum Perkawinan itu secara selayang pandang.
buku ini diharapkan dapat menjadi bahan dan acuan untuk studi teologi tentang pokok-pokok iman Gereja secara lengkap bagi para pengajar teologi dan agama ataupun para mahasiswa teologi dan ilmu kateketik
Buku ini bertujuan untuk mempresentasikan Teologi Dialog antar agama dan dialog dengan kebudayaan manusia.
dalam sejarah politik sangat sering terjadi agama dijadikan instrumen oleh para penguasa yang lazim yang menindas rakyat ataupun melanggengkan kekuasaannya. semasa orde baru fenomena serupa juga muncul
Judul yang diberikan oleh Pammkir adalah Dialog Intra religius bukan dialog antaragama. Tentu saja ada maksud khusus dengan judul itu
buku ini membantu memperluas dan memperdalam wawasan sera pengetahuan pembaca untuk melaksanakan dialog iman antar agama entah dilog kehidupan, karya, pengelaman, agama maupun lainnya
Buku ini menceritakan tentang realitas keadaan kehidupan yang mengancam martabat kemanusiaan dan kelangsungan hidup umat manusia.
Buku ini menjadi awal yang baik dan berkelanjutan bagi serial terbitan selanjutnya, sehingga setiap informasi baru terkait perjumpaan Islam-Kristen di Indonesia semakin memperkokoh komitmen bangsa.