Konsili Vatikan II, 25 tahun yamg lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyisebagai berikut: bagi umat beriman jalan menujuh kitab suci harus trbuka lebar-lebar.
Bagi manusia Allah selalu tampil paradoks. Ia amat gamblang tetapi tidak pernah dikenal seluruhnya.
Buku ini berbicara tentang keluarga, yang sedang mengalami krisis budaya mendalam sama seperti semua peguyuban dan hubungan-hubungan sosial masyarakat.
Tidak ada pilihan hidup yang bebas dari persoalan. Pilihan hidup membiara juga membawa serta aneka kasus. Karena itu, kualitas hidup membiara tidak dinilai dari banyak sedikitnya masalah yang dihadapi, tetapi bagaimana menghadapi masalah.
Buku ini Suara kenabian itu perlu didengar kembali! Inilah yang pertama dan utama yang diharapkan oleh penulis. Suara kenabian, yang me-nyuarakan kepedulian Allah terhadap manusia. Zaman kita, yang terkenal sebagai zaman ramai, - perhatikan misalnya corong radio atau alat komunikasi yang lain - yang membuat manusia bisa kehilangan kepekaan pendengarannya, juga mengenai hal-hal yang amat pelik. …
Tidak ada pilihan yang lari dari persoalan . Piihan hidup membiara juga membawa serta aneka kasus. karena itu, kualitas hidup membiara tidak dinilai banyak sedikitnya masalah yang dihadapi, tetapi bagaimana menghadapi masalah
Sejak diterbitkan buku ini timbul keinginan agar mazmur dan kidung dalam terjemahan yang baru itu disediakan juga sebagai buku tersendiri.
Konsili Vatikan II dua puluh lima tahun yang lalu pernah merumuskan keputusan besar yang berbunyi bagi umat beriman jalan menuju kitab suci harus terbuka lebar lebar oleh karena itu sejak semula gereja menerima sebagai bukunya naskah yunani.
Buku ini disajikan dengan gaya cara pemaparan dan uraian yang singkat para pengarang mencoba memberikan gambaran mengenai siapa penyusun, kepada siapa tulisan ini ditujukan, manakah tema-tema inti yang dipermasalahkan dan bagaimana kita dapat memahami isi penulisan pengarang suci tersebut.