Ide menulis buku ini, datang dari berbagai pengalaman lapangan, pertama dari tugas sehari-hari mendampingi pratikum katekese di lapangan bagi calon katekis
Buku ini termasuk dalam seri Bina Iman Liturgi dimaksudkan untuk membantu orang mengenal, memahami, dan menghayati segala sarana dan tindakan yang terjadi dalam kegiatan liturgi
Dalam buku ini disajikan 25 sikap liturgi terpenting yang sudah kita kenal, susunanya mengikuti garis besar alur perayaan Ekaristi,gerakan atau tindakan ini sesungguhnya menggambarkan sikap doa kita
Buku menjadi katekis Volunteradalah buku untuk kaum awam yang punya semangat membara dan yang mau menghidupi buah sakramen Baptis itu, semangat mereka perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan yang memadai supaya mereka bisa terjun dalam karya katekese.
Hadirnya buku katekese ini akan memperkaya wawasan katekis mengenai arah,isi, dan cara pendampingan terhadap para calon penerima sakramen inisiasi.
Buku ini hanya sedikit memberikan kesejukan bagi hati dan jiwa pembaca dalam memandang dan mengalami kisah hidup masing-masing, buku ini juga coba memberikan dukungan bagi petugas-petugas pastoral dalam menyiapkan pewartaan maupun katekese bagi umat
Realitas masyarakat memengaruhi realitas kehidupan menggereja, demikian pula diharapkan realitas hidup gereja berpengaruh pula bagi kehidupan bermayarakat. maka mau tidak mau, di tengah arus serta situasi realitas bangsa dan masyarakat indonesia dewasaini, reksa pastoral paroki harus sungguh direfleksikan agar kehadiran gereja dapat semakin menghadirkan wajah Kristus yang membawakan keselamatan
Gereja diterangi oleh iman. yang memberinya pengertian tentang segala kebenaran tentang tingginya nilai pernikahan dan keluarga, dan mengenai maknanya yang terdalam, '' tulis Paus Yohanes Paulus II dalam kata pendahulunya sekali'' lagi, gereja merasakan betapa mendesaknya kebutuhan untuk mewartakan Injil, Yakni Kabar Gembira Kepada sekalian orang tampa kecuali.
Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa seluruh tema teologi sakramen gereja, termasuk masing-masing sakramen, diperdalam secara biblis, teologis-historis, dan sistematis, juga secara liturgis, pastoral dan ekumenis
Iman sebagai kepercayaan bisa merupakan obat satu-satunya untuk menyembuhkan dunia yang serba sakit itu, sayang, tradisi kristen, khususnya tradisi katolik, agak lama mengerti iman sebagai persetujuan intelektual pada ajaran gereja dan dengan demikian menjadikan garam iman itu tidak asin lagi