Realitas masyarakat memengaruhi realitas kehidupan menggereja, demikian pula diharapkan realitas hidup gereja berpengaruh pula bagi kehidupan bermayarakat. maka mau tidak mau, di tengah arus serta situasi realitas bangsa dan masyarakat indonesia dewasaini, reksa pastoral paroki harus sungguh direfleksikan agar kehadiran gereja dapat semakin menghadirkan wajah Kristus yang membawakan keselamatan
Gereja diterangi oleh iman. yang memberinya pengertian tentang segala kebenaran tentang tingginya nilai pernikahan dan keluarga, dan mengenai maknanya yang terdalam, '' tulis Paus Yohanes Paulus II dalam kata pendahulunya sekali'' lagi, gereja merasakan betapa mendesaknya kebutuhan untuk mewartakan Injil, Yakni Kabar Gembira Kepada sekalian orang tampa kecuali.
Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa seluruh tema teologi sakramen gereja, termasuk masing-masing sakramen, diperdalam secara biblis, teologis-historis, dan sistematis, juga secara liturgis, pastoral dan ekumenis
Iman sebagai kepercayaan bisa merupakan obat satu-satunya untuk menyembuhkan dunia yang serba sakit itu, sayang, tradisi kristen, khususnya tradisi katolik, agak lama mengerti iman sebagai persetujuan intelektual pada ajaran gereja dan dengan demikian menjadikan garam iman itu tidak asin lagi
Hidup umat beriman di era digital ini juga tidak lepas dari pengaruhnya. budaya digital mewarnai hidup umat beriman saat ini.Di tengah budaya digital gereja, terutama sebagaipewarta dan saksi kabar gembira, melalui pewartaan dan tindakan-tindakannya.
Wajah atau muka, memiliki konotasi yang bermacam-macam : bisa berarti ''keseluruhan'' seperti dalam ungkapan '' dimuka bumi'' atau '' Wajah kemiskinan'' Wajah juga sering kita temukan dalam kitab suci.para pemazmur sering berbicara tentang cara seseorang menhayati kehadiran Allah didalam hatinya.
Tantangan dari refleksi suara hati dan doa ini bukan hanya tantangan bagiindividu-individu atau kelompok-kelompok dalam gereja, melainkan tantangan dari pembentukan murid-murid kristen.inilah tantangan dari pembentukan murid-murid kristen secara holistik yang dituntut untuk mencari kesucian bukan hanya dengan berdoa,tetapi juga membentuk suara hati kristen.
Pada cetakan ke-5 ini pula buku ini diperbaiki dengan memasukan sub bab baru mengenai '' teorisasi dalam penelitian kualitatif'' hal ini dimaksud untuk memperkuat posisi pengetahuan tentang penting atau tidak 0 pentingnya teori dalam penelitian kualitatif.
Peserta didik merupakan Individu yang mampu membutuhkan bimbingan yang bersifat individual dan sosial, sehingga ia mampu berkembang untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya, dimana sekolah merupakan salah satu wahana bagi pengembangan segala potensinya.