Buku ini mengupas politik luar negeri Indonesia dalam rangka masa depan sera prospeknya kawasan Asia-Tenggara sebagai "Zone Damai, bebas dan netra:l
Setiap suku bangsa dan etnis hidup dalam sebuah kebudayaan yang dihayati bersama. Etnis nage yang merupakan etnis masyarakat di kabupaten nagekeo flores mewujudkan kehidupan budayanya dalam berbagai upacara, ritual, dan pesta dat kemudian berusaha menghayati nilai- nilainya dalam kehidupan harian mereka.
Buku ini mengajak setiap insan Pancasila terutama pemerintah, pendidik, dan peserta didik untuk menghidupi kembali (revitalisasi) nilai-nilai Pancasila dan memaknainya untuk mencapai bonum commune. Pemaknaan nilai-nilai Pancasila dapat membantu pencinta negeri ini untuk menguraikan kembali keranjengan problem (Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan) yang menjadi benang kusu…
Buku ini turut menguatkan peradaban politik di Indonesia
Buku ini memuat tentang keadilan dan perdamaian yakni membantu mengantar pembaca kepada terciptanya budaya adil dan damai
Buku ini adalah buah perjumpaan yang dimungkinkan oleh sebuah mata kuliah perjumpaan dengan para man tan tapol dan mata kuliah Teologi Rekonsiliasi Sosial.
pancasila yang direfleksikan dan dirumuskan sebagai sebuah moral etik merupakan kumpulan dari seluruh nilai luhur nenek moyang nusantara. sebuah nilai bisa bermakna apabila diangkat sebagai falsafah bangsa.
Pemodal media dan kekuasaan merupakan Kristalisasi pengetahuan yang berproses sejak penulis aktif menjadi reporter majalah kampus. mengolok yang dimaksud, para pemodal media identik sebagai pemilik modal bisnis dan infrastruktur produksi, serta distribusi produk media.
Dalam buku ini penulis mengulas Teori Kritis Mazhab Frankfrut dan analisis-analisis epistemologis Habermas pada masa awal karier intelektualnya dalam bukunya Knowledge and Human Interest (aslinya dalam bahasa Jerman berjudul Erkenntris und Interese). Secara garis besar tulisan ini terdiri dari 5 bab.
forum dekokrasi adalah salah satu organisasi garis depan dalam perjuangan demokrasi anti rezim otoriter- militeristik orde baru. Fordem berisikan orang - orang lintas ideologi, agama, golongan, jaringan, dan generasi. selain itu fordem juga menjadi simpul coneccting the dots gagasan jaringan demokrasi anti suharto.